Jumat, 12 April 2013

INFEKSI NASOKIMIAL

PENDAHULUAN
Infeksi nosokomial à masalah kesehatan masyarakat yang penting:
# angka kesakitan dan kematian.
# lama perawatan.
# biaya kesehatan.
komplikasi tersering pasien yang dirawat di rumah sakit.  
Definisi
žInfeksi yang terjadi pada pasien rawat inap di Rumah Sakit yang tidak terdapat waktu masuk atau tidak dalam masa inkubasi.
žArti kata Nosokomial “berhubungan dengan tempat tidur pasien” (bedside associated) secara praktis juga berarti yang berhubungan dengan tempat perawatan, seperti rumah Sakit, Rumah Bersalin, Rumah Panti Werda
 INFEKSI NOSOKOMIAL
hospital-acquired infection
Infeksi yang didapat ketika penderita dirawat di rumah sakit:
Saat mulai dirawat à tanda-tanda klinis (-).
Saat mulai dirawat à tidak dalam MI.
Tanda-tanda klinis à timbul sekurang-kurangnya 3 kali 24 jam sejak mulai perawatan.
Infeksi nosokomial
-Infeksi yang terjadi di RS,oleh mikoorganisme yang berasal dari RS,dapat terjadi selama penderita dirawat atau setelah dipulangkan.
-Dapat terjadi pada penderita,tenaga kesehatan atau pengunjung
-Penyakit infeksi yang sedang dalam masa inkubasi ketika penderita masuk RS,bukan Infeksi Nosokomial
-
Tiga  Komponen pada Infeksi Nosokomial
Mikroorganisme penyebab
Cara penularan
Daya tahan Tubuh Pasien
Sumber
Setiap orang dirumah sakit dapat merupakan sumber infeksi karena setiap orang membawa kuman secara normal (kolonisasi)
Benda-bendapun dapat merupakan sumber infeksi seperti lingkungan, terutama benda yang terkontaminasi dengan kuman dari pasien yang terinfeksi atau dari tangan petugas kesehatan.
Kuman yang dapat menimbulkan infeksi kalau :
Jumlahnya banyak
Virulensinya tinggi
Imunitas pasien rendah
Sumber Infeksi dan Cara Penularan
Endogen
Transmisi diluar habitat normalnya.
Kerusakan jaringan.
Terapi antibiotika # è flora normal berkurang.
Eksogen/infeksi silang
Kontak langsung antar pasien
Melalui udara / air
Petugas kesehatan (carrier) 
Objek yang terkontaminasi.
Lingkungan:
Air, larutan desinfektanè Pseudomonas, Acinetobacter
Alat - alat
Makanan
Udara
dll
Faktor-faktor yang mempengaruhi infeksi :
Patogenitas kuman : Kesanggupan kuman untuk timbulkan penyakit
Virulensi kuman : Ukuran derajat penyakit yang ditimbulkan
Dosis kuman : Dosis infeksi
Daya tahan hospes
Infeksi Nosokomial
Infeksi silang (cross infection)
Infeksi lingkungan (environmental infection)
Infeksi diri sendiri (self infection)
KERENTANAN PENDERITA
Usia yang ekstrim à bayi atau usia tua.
Penyakit kronis, radiasi, kemoterapi, trauma.
Alat invasif
MIKROORGANISME PENYEBAB
           Bakteri Komensal.
Flora normal à mencegah kolonisasi patogen.
Daya tahan tubuh menurun  atau  pindah tempat normalnya à infeksi
      ex:  E.coli (ISK). dll
Bakteri Patogen
 Staphylococcus aureus
dll
MIKROORGANISME PENYEBAB
žVirus: Influenza,  Hepatitis B &C, varicella, rubella à penting.  HIV?
žJamur & parasit à umumnya  opotunistik.
Jamur :
C. albicans è vagina, mulut. dll
Nocardia sp  è paru
C. neoformans èotak, paru
H. capsulatum è paru
Aspergilus sp  èparu
Parasit :
Toxoplama gondii è tranplantasi jantung
Pneumocystis carinii  è transplantasi ginjal
ž
ž
Diagnosis bakteriologik
Diagnosis bakteriologik yang tepat adalah sangat penting untuk menentukan antibiotika yang tepat . 
PRINSIP PENCEGAHAN
INFEKSI
Tindakan pencegahan
1.Mencuci tangan
2.Memakai sarung tangan
3.Memakai perlengkapan pelindung diri
4.Menggunakan tehnik aseptik
5.Memproses alat bekas pakai dengan baik
6.Menangani peralatan tajam dengan aman
7.Menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan serta pembuangan sampah secara benar
CUCI TANGAN :
aspek yang paling penting
Ada 2 kategori organisme yang ada di     
1.Organisme residen ( flora normal )
  tidak hilang secara permanen
2.Organisme transient
  mudah dihilangkan dengan cuci tangan efektif
Mengapa kita perlu mencuci tangan :
Penanganan pasien dengan kontak tangan
Kontaminasi flora normal pasien         kontak       perubahan tempat flora normal       patogen
Apa yang harus digunakan untuk mencuci tangan :
Dekontaminasi tangan rutin dengan sabun dan air mengalir
Desinfeksi kulit ( hibiscrub, handyclean )
Kapan kita harus mencuci tangan :
vSebelum dan sesudah melakukan tindakan
vSetelah kontak dengan cairan tubuh
vSetelah memegang alat yang terkontaminasi          ( jarum, cucian )
vSebelum dan sesudah kontak dengan pasien di ruang isolasi
vSetelah menggunakan kamar mandi
vSebelum melayani makan dan minum
vPada saat akan tugas dan akhir tugas
TINDAKAN  ASEPTIK
ØIstilah umum yang digunakan untuk menggambarkan upaya kombinasi untuk mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam area tubuh manapun yang sering menyebabkan infeksi
ØTujuan asepsis adalah : membasmi jumlah mikroorganisme pada permukaan hidup (kulit dan jaringan) dan obyek mati (alat-alat bedah dan barang-barang yang lain)
ANTISEPSIS
ØProses menurunkan jumlah mikroorganisme pada kulit, selaput lendir atau jaringan tubuh lainnya dengan menggunakan bahan antimikrobial (antiseptik)
Sterilisasi
qTindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, jamur, parasit dan virus) termasuk endospora bakteri pada benda mati atau instrumen dengan cara uap air panas tekanan tinggi (otoklaf), panas kering (oven), zat kimia atau radiasi
DESINFEKSI TINGKAT TINGGI (DTT) :
vTindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora bakteri pada benda mati dengan cara merebus, mengukus atau penggunaan desinfektan kimiawi
ž
DESINFEKTAN :
vAdalah bahan kimia yang membunuh atau menginaktivasi mikroorganisme
vContoh larutan desinfektan :
vKlorin pemutih 0,5%
  untuk dekontaminasi permukaan yang lebar
vKlorin 0,1%
  Untuk DTT kimia
vGlutaraldehida 2%
  mahal harganya biasa digunakan untuk DTT   kimia   atau sterilisasi kimia
vFenol, klorin
  tidak digunakan untuk peralatan/bahan yang akan dipakaikan pada bayi baru lahir
ž
ž
DEKONTAMINASI :
§Proses yang membuat objek mati lebih aman ditangani staf sebelum dibersihkan (menginaktifasi serta menurunkan HBV, HIV tetapi tidak membasmi)
§Peralatan medis dan permukaan harus di dekontaminasi segera setelah terpapar darah atau cairan tubuh
PEMBERSIHAN (Mencuci dan membilas) :
§Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua darah, cairan, tubuh, benda asing dari kulit atau instrumen.
DEKONTAMINASI
Rendam dalam larutan klorin 0,5 % selama 10 menit
CUCI DAN BILAS
Gunakan deterjen dan sikat
Pakai sarung tangan tebal untuk menjaga agar tidak terluka oleh benda tajam
           Metode yang dipilih                     Metode alternatif
           Sterilisasi               DESINFEKSI TINGKAT TINGGI
OTOKLAF    PANAS KERING               REBUS / KUKUS           KIMIAWI
106 kPa  170 ˚C                                              Panci tertutup            Rendam
121 ˚C  60 menit                                              20 menit           20 menit
30 menit jika
Terbungkus
20 menit jika Tidak terbungkus
DINGINKAN DAN KEMUDIAN SIAP DIGUNAKAN
Peralatan yang sudah diproses bisa disimpan dalam wadah tertutup yang didisinfeksi tingkat tinggi
Sampai satu minggu jika wadahnya tidak dibuka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar